KADANG MEMBUTUHKAN SEDIKIT WAKTU SAAT MENGURAIKAN BEBAN DI PUNDAK UMKM
UMI DATANG SEBAGAI HERO MEMBANGKITKANNYA
Oleh sebab itu, melalui program ini liono berharap agar para pelaku usaha ultra mikro yang belum memperoleh fasilitas Pembiayaan UMi bisa lebih tahu informasi mengenai program pembiayaan yang dilakukan olehnya . Serta, debitur yang sudah memperoleh pembiayaan UMi akan semakin sehat dan meningkat usahanya, serta pada akhirnya akan bisa mengakses pembiayaan UMi dengan plafon yang lebih tinggi.
“Usaha ultra mikro paling banyak komposisinya dari seluruh pelaku UMKM (berada di piramida paling bawah), sekaligus paling sulit mengakses pembiayaan. Maka, inisiatif ini penting untuk memberi dukungan pembiayaan yang cepat, serta menghindari mereka dari rentenir,”
Di masa pandemi ini, usaha ultra mikro yang sebagian besar merupakan sektor informal tentu sangat terdampak, oleh karena itu pemerintah telah dan akan terus mengambil langkah-langkah dukungan bagi para pelaku usaha ultra mikro.Selama masa pandemi, semua orang sama-sama berjuang untuk bertahan dalam keadaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Banyak dari mereka yang harus kehilangan pekerjaan, hingga kehilangan orang-orang tersayang. Namun, semua kesulitan tersebut tak menyurutkan orang-orang untuk saling bantu, seperti dilakukan para mitra UMI. Yup, mereka harus berada di jalan dengan segala risiko, dan turut membantu menyokong hidup kita semua dalam mengakses pembiayaan dalam membatu meningkatkan usaha bagi para UMKM.
Di tengah masa-masa sulit, UMI harus terus menjalankan berbagai inisiatif bantuan kepada UMKM agar dapat #Bangkit Bersama
Nah buat kamu nih yang ingin memulai punya bisnis kecil-kecilan atau yang sedang mengelola UMKM wajib mengetahui cara-cara untuk mengembangkan bisnis agar bisa bertahan di tengah krisis akibat pandemi ini. Apa saja sih caranya?
1. Kenali dan tentukan target market dengan tepat
Sebagai pebisnis, meskipun masih kecil kamu wajib memiliki kelompok target atau sasaran konsumen yang tepat. Selain itu kamu juga harus memahami pola perilaku calon konsumen dengan melakukan riset.
Contohnya jika yang kamu jual adalah produk fashion hijab untuk anak muda, kamu harus paham segmen mana yang biasanya membeli barang tersebut. Apakah orang dewasa dengan rentang usia 40 tahun ke atas, atau perempuan usia 15 hingga 35 tahun. Jenis kelamin, umur, pendidikan, dan pekerjaan bisa menjadi acuan kamu dalam menentukan segmen market. Jika kamu masih bingung, lakukan riset dengan melakukan polling di media sosial atau survei kecil-kecilan.
2. Bikin produk yang dibutuhkan masyarakat luas
Setelah kamu mengenal dan menentukan target market kamu, saatnya kamu mengevaluasi produk yang kamu jual. Apakah produk kamu dibutuhkan oleh konsumen atau tidak. Jika jawabannya tidak, maka kamu harus memperbarui produk kamu dengan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Misalnya di bulan Ramadan ini, orang cenderung akan berbelanja keperluan puasa dan lebaran. Biasanya mereka akan membeli makanan, hamper atau parsel, hingga busana untuk ibadah. Kalau kamu jeli melihat kebutuhan mereka sebagai peluang, maka kamu akan bisa menentukan produk yang mereka butuhkan.
3. Keeping up with the trend
Dengan kondisi pandemi yang saat ini kita alami, banyak usaha juga dituntut untuk berubah dan beradaptasi agar bisa bertahan. Karena saat semua konsumen mengandalkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan, maka bisnis dan usaha juga harus melakukan hal yang sama. Jadi kalau kamu masih menggunakan sistem bisnis konvensional, coba yuk untuk migrasi ke platform online, seperti e-commerce misalnya. Atau yang masih suka melakukan promosi offline, bisa juga mencoba keduanya, baik offline dan online. Jangan lupa juga untuk bekerjasama dengan layanan pesan antar dan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak.
4. Berikan pelayanan untuk pelanggan, biar setia!
Paling penting ketika menjalankan bisnis atau usaha adalah melakukan apa yang terbaik buat pelanggan, jadi nggak cuma fokus soal kepentingan bisnis aja. Misalnya dengan membuat kontak layanan pelanggan. Supaya jika konsumen kamu punya kesulitan atau keluhan mereka nggak pusing cari-cari cara untuk menghubungi kamu. Layanan ini bisa juga jadi strategi untuk cari tahu apa saja yang harus di-improve dari bisnis kamu sesuai dengan saran konsumen. Hal ini bisa memberikan kepuasan kepada pelanggan.
Ada beberapa tips dalam usaha UMKM mungkin akan bermanfaat:
Yang pertama, pilih sektor bisnis yang paling kamu kuasai. Ini akan membuatmu lebih mudah dalam menjalankan bisnis
Di dunia ini pasti semua orang mempunyai sesuatu yang sangat disukai. Dari hal yang kamu sukai tersebut bisa kamu jadikan peluang bisnis. Sebagai contoh, kamu suka masak, maka kamu bisa membuat aneka makanan unik untuk dijual. Contoh lain misalnya, menulis, mendesain, tata rias dan minat lainnya. Berhubung kamu sudah menguasainya, maka nggak perlu banyak riset sehingga actionnya lebih cepat.
Yang kedua, membuat skala prioritas. Kamu hanya akan mengeluarkan uang jika memang benar-benar penting
Punya modal kecil bukan alasan kalau kamu mampu mengatur skala prioritas. Dalam hal ini kamu cukup mengeluarkan uang untuk keperluan bisnis saja. Hal ini untuk mengantisipasi agar nggak kekurangan modal. Menentukan skala prioritas juga sangat penting agar keuangan nggak berantakan. Modal kecil memang harus serba hati-hati dalam mengeluarkan uang.
3.Yang ketiga, berani mengambil risiko. Bisnis dan risiko itu udah satu paket. Kamu harus siap
Ketika kamu udah memutuskan membuka bisnis, maka risiko akan selalu ada. Hal tersebut wajar. Nggak ada bisnis yang langsung menghasilkan banyak uang. Segala sesuatunya harus melalui proses. Yang terpenting adalah bagaimana cara kamu menghadapi setiap risiko yang ada.
4.Yang keempat, banyak belajar dari pengalaman orang lain. Setiap orang yang ditemui pasti selalu memberi pelajaran baru
Kamu pasti nggak asing dengan kata-kata ini, “kosongkan gelasmu ketika bertemu dengan orang baru”. Sebagai pebisnis khususnya pemula, kamu harus banyak belajar dan menjadikan pengalaman orang lain sebagai pembelajaran. Di luar sana ternyata masih banyak pebisnis sukses yang masih banyak belajar. Ibarat ilmu padi, semakin berisi maka akan semakin merunduk.
5.Yang terakhir, hilangkan keraguan saat akan memulai bisnis. Kalau kamu udah yakin, ngapain harus ragu?
Keraguan seringkali membuat orang hanya stay di tempat dan nggak berani keluar dari zona nyaman.
“Banyak orang tanya, “bisnis apa yang bagus”. Jawabannya, “bisnis yang bagus adalah yang dijalankan, bukan yang ditanya terus.”
Mulai dari sekarang, jangan pernah ragu dengan apa yang udah bikin kamu yakin. Kalau kamu udah memutuskan mau memilih bisnis apa, kini saatnya action.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar