Minggu, 09 Januari 2022

UMI Become A Hero Of UMKM

     KADANG MEMBUTUHKAN SEDIKIT WAKTU SAAT MENGURAIKAN BEBAN DI PUNDAK UMKM

UMI DATANG SEBAGAI HERO MEMBANGKITKANNYA

Masa-masa sulit mungkin masih berlanjut bagi beberapa orang yang bergelut dalam dunia bisnis kecil. Permintaan produk yang menurun dan modal yang kian menipis rasanya jadi tantangan sendiri untuk mengawali tahun 2022 ini. Akan tetapi, kamu bisa tenang sebentar karena ada kabar gembira bahwa bantuan pemerintah untuk UMKM akan dilanjutkan di tahun 2022 ini. Nominalnya mungkin tak sebesar pinjaman dari bank, tapi kamu bisa memanfaatkannya untuk kembali bangkit perlahan.Dana ini diharapkan bisa digunakan untuk kegiatan produksi dalam mengelola usahaBersama Sahabat – UMi Bangkit’, secara cermat.

Oleh sebab itu, melalui program ini liono berharap agar para pelaku usaha ultra mikro yang belum memperoleh fasilitas Pembiayaan UMi bisa lebih tahu informasi mengenai program pembiayaan yang dilakukan olehnya . Serta, debitur yang sudah memperoleh pembiayaan UMi akan semakin sehat dan meningkat usahanya, serta pada akhirnya akan bisa mengakses pembiayaan UMi dengan plafon yang lebih tinggi.

“Usaha ultra mikro paling banyak komposisinya dari seluruh pelaku UMKM (berada di piramida paling bawah), sekaligus paling sulit mengakses pembiayaan. Maka, inisiatif ini penting untuk memberi dukungan pembiayaan yang cepat, serta menghindari mereka dari rentenir,”

Di masa pandemi ini, usaha ultra mikro yang sebagian besar merupakan sektor informal tentu sangat terdampak, oleh karena itu pemerintah telah dan akan terus mengambil langkah-langkah dukungan bagi para pelaku usaha ultra mikro.Selama masa pandemi, semua orang sama-sama berjuang untuk bertahan dalam keadaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Banyak dari mereka yang harus kehilangan pekerjaan, hingga kehilangan orang-orang tersayang. Namun, semua kesulitan tersebut tak menyurutkan orang-orang untuk saling bantu, seperti dilakukan para mitra UMI. Yup, mereka harus berada di jalan dengan segala risiko, dan turut membantu menyokong hidup kita semua dalam mengakses pembiayaan dalam membatu meningkatkan usaha bagi para UMKM.

Di tengah masa-masa sulit, UMI harus  terus menjalankan berbagai inisiatif bantuan kepada UMKM agar dapat #Bangkit Bersama

Tahun ini UMI memberikan pembiayaan/ dana kepada para UMKM yang terus berusaha dalam melakukan usaha mereka dalam memjalani kehidupannya . Upaya para UMI yang menunjukkan bantuan pembiayaan kepada mereka telah menjadi penyemangat bagi para UMKM. untuk selalu mendukung umkm di ekosistem agar bertahan dan pulih di masa pandemi sekaligus tetap berinovasi untuk membantu pengusaha dan konsumen dalam mempermudah hidup mereka." Disini UMI bisa menjelaskan bagaimana cara melakukan bisnis atau usah keceil kecilan atau sekedar memberikan pengarhan supaya dalam melakukan usaha ataupun bisnis bisa berjalan dengan baik. 

Untuk dapat menjadi pebisnis yang adaptif dalam berbagai kondisi, kamu harus terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Agar jika datang tantangan yang tak terduga seperti pandemi ini, kamu masih bisa membuat usahamu bertahan dengan baik. 

Nah buat kamu nih yang ingin memulai punya bisnis kecil-kecilan atau yang sedang mengelola UMKM wajib mengetahui cara-cara untuk mengembangkan bisnis agar bisa bertahan di tengah krisis akibat pandemi ini. Apa saja sih caranya?

1. Kenali dan tentukan target market dengan tepat

Sebagai pebisnis, meskipun masih kecil kamu wajib memiliki kelompok target atau sasaran konsumen yang tepat. Selain itu kamu juga harus memahami pola perilaku calon konsumen dengan melakukan riset. 

Contohnya jika yang kamu jual adalah produk fashion hijab untuk anak muda, kamu harus paham segmen mana yang biasanya membeli barang tersebut. Apakah orang dewasa dengan rentang usia 40 tahun ke atas, atau perempuan usia 15 hingga 35 tahun. Jenis kelamin, umur, pendidikan, dan pekerjaan bisa menjadi acuan kamu dalam menentukan segmen market. Jika kamu masih bingung, lakukan riset dengan melakukan polling di media sosial atau survei kecil-kecilan.

2. Bikin produk yang dibutuhkan masyarakat luas

Setelah kamu mengenal dan menentukan target market kamu, saatnya kamu mengevaluasi produk yang kamu jual. Apakah produk kamu dibutuhkan oleh konsumen atau tidak. Jika jawabannya tidak, maka kamu harus memperbarui produk kamu dengan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Misalnya di bulan Ramadan ini, orang cenderung akan berbelanja keperluan puasa dan lebaran. Biasanya mereka akan membeli makanan, hamper atau parsel, hingga busana untuk ibadah. Kalau kamu jeli melihat kebutuhan mereka sebagai peluang, maka kamu akan bisa menentukan produk yang mereka butuhkan. 

3. Keeping up with the trend

Dengan kondisi pandemi yang saat ini kita alami, banyak usaha juga dituntut untuk berubah dan beradaptasi agar bisa bertahan. Karena saat semua konsumen mengandalkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan, maka bisnis dan usaha juga harus melakukan hal yang sama. Jadi kalau kamu masih menggunakan sistem bisnis konvensional, coba yuk untuk migrasi ke platform  online, seperti e-commerce misalnya. Atau yang masih suka melakukan promosi offline, bisa juga mencoba keduanya, baik offline dan online. Jangan lupa juga untuk bekerjasama dengan layanan pesan antar dan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak.  

4. Berikan pelayanan untuk pelanggan, biar setia!

Paling penting ketika menjalankan bisnis atau usaha adalah melakukan apa yang terbaik buat pelanggan, jadi nggak cuma fokus soal kepentingan bisnis aja. Misalnya dengan membuat kontak layanan pelanggan. Supaya jika konsumen kamu punya kesulitan atau keluhan mereka nggak pusing cari-cari cara untuk menghubungi kamu. Layanan ini bisa juga jadi strategi untuk cari tahu apa saja yang harus di-improve dari bisnis kamu sesuai dengan saran konsumen. Hal ini bisa memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Ada beberapa tips dalam usaha UMKM mungkin akan bermanfaat:

Yang pertama, pilih sektor bisnis yang paling kamu kuasai. Ini akan membuatmu lebih mudah dalam menjalankan bisnis

Di dunia ini pasti semua orang mempunyai sesuatu yang sangat disukai. Dari hal yang kamu sukai tersebut bisa kamu jadikan peluang bisnis. Sebagai contoh, kamu suka masak, maka kamu bisa membuat aneka makanan unik untuk dijual. Contoh lain misalnya, menulis, mendesain, tata rias dan minat lainnya. Berhubung kamu sudah menguasainya, maka nggak perlu banyak riset sehingga actionnya lebih cepat.

Yang kedua, membuat skala prioritas. Kamu hanya akan mengeluarkan uang jika memang benar-benar penting

Punya modal kecil bukan alasan kalau kamu mampu mengatur skala prioritas. Dalam hal ini kamu cukup mengeluarkan uang untuk keperluan bisnis saja. Hal ini untuk mengantisipasi agar nggak kekurangan modal. Menentukan skala prioritas juga sangat penting agar keuangan nggak berantakan. Modal kecil memang harus serba hati-hati dalam mengeluarkan uang.

3.Yang ketiga, berani mengambil risiko. Bisnis dan risiko itu udah satu paket. Kamu harus siap

Ketika kamu udah memutuskan membuka bisnis, maka risiko akan selalu ada. Hal tersebut wajar. Nggak ada bisnis yang langsung menghasilkan banyak uang. Segala sesuatunya harus melalui proses. Yang terpenting adalah bagaimana cara kamu menghadapi setiap risiko yang ada.

4.Yang keempat, banyak belajar dari pengalaman orang lain. Setiap  orang yang ditemui pasti selalu memberi pelajaran baru 

Kamu pasti nggak asing dengan kata-kata ini, “kosongkan gelasmu ketika bertemu dengan orang baru”. Sebagai pebisnis khususnya pemula, kamu harus banyak belajar dan menjadikan pengalaman orang lain sebagai pembelajaran. Di luar sana ternyata masih banyak pebisnis sukses yang masih banyak belajar. Ibarat ilmu padi, semakin berisi maka akan semakin merunduk.

5.Yang terakhir, hilangkan keraguan saat akan memulai bisnis. Kalau kamu udah yakin, ngapain harus ragu?

Keraguan seringkali membuat orang hanya stay di tempat dan nggak berani keluar dari zona nyaman. 

“Banyak orang tanya, “bisnis apa yang bagus”. Jawabannya, “bisnis yang bagus adalah yang dijalankan, bukan yang ditanya terus.”

Mulai dari sekarang, jangan pernah ragu dengan apa yang udah bikin kamu yakin. Kalau kamu udah memutuskan mau memilih bisnis apa, kini saatnya action.

Lebih baik kita menang di satu kategori produk, dibanding membuat banyak produk yang belum tentu dibutuhkan pasar. Intinya manfaatkanlah modal dengan baik,” 

Minggu, 30 Juli 2017

pembinaan karakter pada anak

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK  
  1. Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Anak 
Mengapa ini penting ? dapat kita lihat dari seorang ahli Thomas Lickona - seorang profesor pendidikan dari Cortland University - mengungkapkan bahwa ada sepuluh tanda-tanda zaman yang harus diwaspadai diantaranya 
  1.  meningkatnya kekerasan di kalangan remaja, 
  2.  penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburuk, 
  3.  pengaruh peer-group yang kuat dalam tindak kekerasan, 
  4.  meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas. 
  5.  semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk, 
  6.  menurunnya etos kerja, 
  7.  semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru,
  8.  rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara, 
  9.  membudayanya ketidakjujuran, 
  10.  adanya rasa saling curiga dan kebencian di antara sesama.
          Kesepuluh tanda tanda tersebut sudah sangat terlihat bila kita lihat dan kita amati pada individu setiap anak mulai dari dia berusia dini sampai dewasa.
Untuk itu sangat penting sekali pembinaan karakter yang di mulai sejak dini karena usia dini merupakan masa emas perkembangan (golden age) yang keberhasilannya sangat menentukan kualitas anak di masa dewasanya. Montessori menyebutnya dengan periode kepekaan (sensitive period). Penggunaan istilah ini bukan tanpa alasan, mengingat pada masa ini, seluruh aspek perkembangan pada anak usia dini, memang memasuki tahap atau periode yang sangat peka. Artinya, jika tahap ini mampu dioptimalkan dengan memberikan berbagai stimulasi yang produktif, maka perkembangan anak di masa dewasa, juga akan berlangsung secara produktif.
          Kita bisa lihat kegagalan penanaman kepribadian yang baik di usia dini ini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak. Kesuksesan orang tua membimbing anaknya dalam mengatasi konflik kepribadian di usia dini sangat menentukan kesuksesan anak dalam kehidupan sosial di masa dewasanya kelak (Erikson, 1968).

SEKARANG KENAPA  KELUARGA SANGAT PENTING ? 

          Keluarga dalam hal ini adalah aktor yang sangat menentukan terhadapmasa depan perkembangan anak. Dari pihak keluarga perkembangan pendidikan sudah dimulai semenjak masih dalam kandungan. Anak yangbelum lahir sebenarnya sudah bisa menangkap dan merespons apa-apa yangdikerjakan oleh orang tuanya, terutama kaum ibu.
          Menurut Megawangi (2004), anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter apabila dapat tumbuh pada lingkungan yang berkarakter, sehingga fitrah setiap anak yang dilahirkan suci dapat berkembang segara optimal. Mengingat lingkungan anak bukan saja lingkungan keluarga yang sifatnya mikro, maka semua pihak - keluarga, sekolah, media massa, komunitas bisnis, dan sebagainya - turut andil dalam perkembangan karakter anak.
         Dengan kata lain, mengembangkan generasi penerus bangsa yang berkarakter baik adalah tanggung jawab semua pihak. Tentu saja hal ini tidak mudah, oleh karena itu diperlukan kesadaran dari semua pihak bahwa pendidikan karakter merupakan ”PR” yang sangat penting untuk dilakukan segera. Terlebih melihat kondisi karakter bangsa saat ini yang memprihatinkan serta kenyataan bahwa manusia tidak secara alamiah (spontan) tumbuh menjadi manusia yang berkarakter baik, sebab menurut Aristoteles (dalam Megawangi, 2004), hal itu merupakan hasil dari usaha seumur hidup individu dan masyarakat.

         1. Keluarga sebagai Tempat Pertama Pendidikan Karakter Anak

         Bagi seorang anak, keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Menurut resolusi Majelis Umum PBB (dalam Megawangi, 2004), fungsi utama keluarga adalah”sebagai wahana untuk mendidik, mengasuh, dan mensosialisasikan anak, mengembangkan kemampuan seluruh anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik, serta memberikan kepuasan dan lingkungan yang sehat guna tercapainya keluarga, sejahtera”.
        Menurut pakar pendidikan, William Bennett (dalam Megawangi, 2004), keluarga merupakan tempat yang paling awal dan efektif untuk menjalankan fungsi Departemen Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan. Apabila keluarga gagal untuk mengajarkan kejujuran, semangat, keinginan untuk menjadi yang terbaik, dan kemampuan-kemampuan dasar, maka akan sulit sekali bagi institusi-institusi lain untuk memperbaiki kegagalan-kegagalannya.
         Dari paparan ini dapat disimpulkan bahwa keluarga merupakan wahana pertama dan utama bagi pendidikan karakter anak. Apabila keluarga gagal melakukan pendidikan karakter pada anak-anaknya, maka akan sulit bagi institusi-institusi lain di luar keluarga (termasuk sekolah) untuk memperbaikinya. Kegagalan keluarga dalam membentuk karakter anak akan berakibat pada tumbuhnya masyarakat yang tidak berkarakter. Oleh karena itu, setiap keluarga harus memiliki kesadaran bahwa karakter bangsa sangat tergantung pada pendidikan karakter anak di rumah. (Latifah;2011

             
               Pola Asuh dalam Pendidikan Karakter Anak di Keluarga
          
          Keberhasilan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai kebajikan (karakter) pada anak sangat tergantung pada jenis pola asuh yang diterapkan orang tua pada anaknya. Pola asuh dapat didefinisikan sebagai pola interaksi antara anak dengan orangtua yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik (seperti makan, minum dan lain-lain) dan kebutuhan psikologis (seperti rasa aman, kasih sayang dan lain-lain), serta sosialisasi norma-norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungannya (Latifah;2011). 
          Dengan kata lain, pola asuh juga meliputi pola interaksi orang tua dengan anak dalam rangka pendidikan karakter anak. Jadi gaya yang diprankan orang tua dalam mengembangkan karakter anak sangat penting, apakah ia otoriter, demokratis atau permisif.
         Dari paparan di atas jelas bahwa jenis pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anaknya sangat menentukan keberhasilan pendidikan karakter anak. Kesalahan dalam pengasuhan anak akan berakibat pada kegagalan dalam pembentukan karakter yang baik.

        Ruang lingkup nilai karakter yang semestinya dikembangkan di lingkungan keluarga menurut Ratna Megawangi adalah sebagai berikut :
1. Cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya
2. Tanggung jawab, Kedisiplinan dan Kemandirian
3. Kejujuran
4. Hormat dan Santun
5. Dermawan, Suka menolong dan Gotong-royong/Kerjasama
6. Percaya Diri, Kreatif dan Pekerja keras
7. Kepemimpinan dan Keadilan
8. Baik dan Rendah Hati
9. Toleransi, Kedamaian dan Kesatuan
10. 4K ( kebersihan, kesehatan, kerapian dan keamanan)

      Untuk itu kita sebagai orang tua harus benar benar menanamkan karakter terhadap anak mulai dari dia berusia dini ,mulai dari  sikap,tutur kata ,ahlak mulia dll.
setiap hal yang dilakukan orang tua akan sering ditiru oleh anak  untuk itu setiap orang tua harusnya membimbing anak dengan baik dan dia juga harus juga berlaku baik.

     Ada beberapa ruang lingkup yang perlu di kembangkan dalam kehidupan keluarga  dalam pembinaan karakter diantaranya :
1. Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agamadianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2. Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orangselalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4. Disiplin: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5. Kerja Keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.